www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
UMKM Riau Wajib Tahu! Legalitas Usaha Gratis Dibuka 3-7 Agustus, Ini Syaratnya
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Wujudkan Ekonomi Hijau: APHI Riau Jadikan Hutan Pilar Karbon
Rabu, 15 Juli 2026 - 15:09:00 WIB
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Riau bersama Fairatmos gelar Diskusi Perdagangan Karbon bertajuk Permenhut Nomor 6 Tahun 2026: Mempercepat Pengembangan Proyek dan Perdagangan Karbon di Areal Kerja Perizinan PBPH, Rabu (15/7/2026).
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Riau bersama Fairatmos gelar Diskusi Perdagangan Karbon bertajuk Permenhut Nomor 6 Tahun 2026: Mempercepat Pengembangan Proyek dan Perdagangan Karbon di Areal Kerja Perizinan PBPH, Rabu (15/7/2026).

PEKANBARU - Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Riau berkomitmen menjadikan sektor kehutanan sebagai pilar utama ekonomi hijau. Tidak sekadar mengejar devisa dan lapangan kerja, tetapi juga untuk memimpin mitigasi iklim, melestarikan keanekaragaman hayati serta mensejahterakan masyarakat.

Hasil akhirnya, sektor kehutanan akan menjadi pemain utama dalam pasar karbon global dan penyedia produk kehutanan berkelanjutan. Komitmen ini direalisasikan APHI melalui peran sebagai mitra pemerintah, penggerak keberlanjutan, serta fasilitator dan advokator pelaku usaha.

Ketua APHI Riau, Muller Tampubolon, SE, MM menegaskan bahwa pengelolaan hutan yang komprehensif menuntut sinergitas lintas sektor, mengingat kegiatan ini mencakup tata ruang, lingkungan, investasi, hingga pemberdayaan masyarakat.

APHI Riau mengoptimalkan kolaborasi bersama Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, penegak hukum dan masyarakat melalui program mitigasi kebakaran hutan dan lahan serta pengembangan ekonomi.

“Sinergitas antara pemerintah, dunia usaha dan stakeholders lainnya sangat penting,” kata Muller Tampubolon di Pekanbaru, Rabu (15/7/2026).

Dikatakan, PBPH di Riau saat ini adalah sebagai penggerak keberlanjutan, pelaku usaha kehutanan wajib menjadikan komitmen lingkungan sebagai syarat mutlak dalam kelangsungan bisnis Kehutanan jangka panjang.

Saat ini seluruh anggota APHI Riau aktif menyeimbangkan orientasi produksi kayu dengan praktik konservasi, rehabilitasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan prinsip Sustainable Forest Management.

Saat ini banyak yang telah membuktikan, ekonomi dan lingkungan dapat berjalan beriringan melalui alokasi High Conservation Value (HCV) dan area High Carbon Stock (HCS) di areal konsesi masing-masing PBPH.

"Komitmen tersebut menunjukkan ekonomi dan lingkungan dapat berjalan beriringan," tegas Muller Tampubolon. 

Optimalisasi ekonomi sektor hutan  saat ini bukan lagi sekadar produksi kayu, namun sudah menjadi ekonomi hutan menyeluruh. Dengan mengoptimalkan berbagai sumber daya dan potensi yang dimiliki, yang dapat menjadi pusat ekonomi hijau.

Multiusaha kehutanan dengan memaksimalkan pemanfaatan kawasan untuk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), Agroforestri dan Bioenergi.

Jasa lingkungan dan karbon dengan engembangkan ekowisata dan perdagangan karbon yang memberikan pendapatan baru sekaligus mendukung target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Melalui hilirisasi, Indonesia dapat memproduksi barang bernilai ekonomi tinggi, mulai dari engineered wood, furnitur, hingga biomaterial untuk konstruksi modern.

Keberhasilan sektor kehutanan kini diukur dari keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan kesejahteraan. Parameter utamanya meliputi terjaganya ekosistem, penurunan kebakaran, peningkatan ekonomi masyarakat, optimalisasi jasa lingkungan, pencapaian target emisi, serta penguatan daya saing global.

Muller Tampubolon menyampaikan bahwa APHI memandang regulasi saat ini telah mendukung kemudahan berusaha melalui integrasi sistem perizinan OSS, namun masih memerlukan penyempurnaan agar sepenuhnya memberikan kepastian hukum dan kenyamanan berinvestasi jangka panjang yang kompetitif. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
UMKM Riau bisa urus NIB, Sertifikat Halal hingga HAKI.(foto: int)UMKM Riau Wajib Tahu! Legalitas Usaha Gratis Dibuka 3-7 Agustus, Ini Syaratnya
Tim Law Firm Boxer Group.(foto: mimi/halloriau.com)Tim Hukum Agung Nugroho Siapkan Langkah Hukum, Soroti Konten Medsos yang Dinilai Giring Opini
Kapolda Riau lepas ekspedisi Merah Putih ke wilayah terluar.(foto: istimewa)Dari Mangrove hingga Bantuan Mesin Ketinting, Ini 7 Agenda Ekspedisi Polda Riau ke Desa 3T
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tahun 2026 di Mapolda Riau, Sabtu (1/8/2026). Kapolda Riau Lepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi, Jangkau 17 Desa Wilayah 3T
Ribuan warga Pulau Muda Pelalawan geruduk PT THIP.(foto: andi/halloriau.com)Masalah HGU dan Kemitraan, Ribuan Warga Pulau Muda Pelalawan Geruduk PT THIP
  RSUD Arifin Achmad.(foto: int)Rekrutmen 94 Nakes RSUD Arifin Achmad Segera Dibuka, Seleksi Gunakan CAT BKN
Sales Agung Toyota Sutomo, Feri.(foto: meri/halloriau.com)Tren Mobil Hybrid Meningkat, Toyota Veloz Hybrid Jadi Magnet di Living World Pekanbaru
ist.Suzuki Riau Serahkan Hadiah Program Test Drive Berhadiah ke Lima Pemenang Beruntung
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)BMKG Catat 173 Hotspot di Sumatera, Begini Kondisi Riau Sore ini
Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro resmi meluncur di Pekanbaru.Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Resmi Meluncur, Tambah Fitur Keamanan Baru
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved