www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
UMKM Riau Wajib Tahu! Legalitas Usaha Gratis Dibuka 3-7 Agustus, Ini Syaratnya
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Sekda Riau: Kritik Pelayanan Boleh, Tapi Jangan Asal Menilai dari Informasi Minim
Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:09:08 WIB
Sekdaprov Riau, Syarial Abdi.(foto: mcr)
Sekdaprov Riau, Syarial Abdi.(foto: mcr)

PEKANBARU - Kecepatan informasi di era digital membuat masyarakat semakin mudah mengetahui sekaligus merespons berbagai peristiwa.

Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan serius berupa penyebaran informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi menyesatkan publik.

Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi yang beredar di media digital.

Menurutnya, kemampuan melakukan verifikasi menjadi bagian penting dari budaya literasi digital yang harus terus dibangun.

Hal itu disampaikannya saat berada di Ruang Siniar Diskomimfotik Riau, Jumat (24/7/2026).

Ia menilai masyarakat saat ini semakin terbiasa menggunakan media digital untuk menyampaikan pendapat, memberikan respons, hingga mengkritisi pelayanan publik.

"Saya rasa masyarakat kita saat ini memang sudah terlatih menggunakan media digital. Mereka sangat cepat merespons berbagai peristiwa," kata Syahrial.

"Bahkan ketika pelayanan kita buruk, langsung ada rekamannya. Belum sempat ditanya atau dijawab pun, rekamannya sudah tersebar duluan," sambungnya.

Menurut Syahrial, perkembangan teknologi informasi turut mengubah pola hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Setiap persoalan pelayanan publik kini dapat dengan cepat diketahui banyak orang karena masyarakat memiliki akses untuk merekam dan menyebarkan kejadian melalui platform digital.

Kondisi tersebut, kata dia, seharusnya tidak semata-mata dipandang sebagai ancaman bagi pemerintah.

Kritik dan keluhan yang muncul di ruang digital justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan.

"Tentu ini menjadi tantangan bagi siapa pun, terutama bagi di instansi pelayanan publik. Ketika tahu ada kekurangan, kita tentu terdorong untuk segera memperbaiki layanan," ujarnya.

Dengan demikian, pemerintah dituntut semakin responsif terhadap masukan masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan menyampaikan kritik secara proporsional dan berdasarkan informasi yang lengkap.

Syahrial juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang langsung memberikan penilaian terhadap suatu persoalan hanya berdasarkan informasi singkat atau potongan konten yang beredar di media sosial.

Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman apabila informasi yang diterima belum diperiksa kebenarannya.

"Di sisi lain, kita berharap masyarakat tetap bisa berkomunikasi secara baik dan proporsional," tuturnya.

"Kadang-kadang ada kecenderungan untuk langsung menjudge sesuatu hanya berdasarkan informasi yang sangat minim tanpa melakukan cross check," tambahnya.

Ia menilai, proses pemeriksaan fakta menjadi semakin penting karena informasi yang beredar di ruang digital belum tentu menggambarkan kejadian secara utuh.

Potongan video, foto, maupun narasi yang dilepaskan dari konteks aslinya dapat memicu persepsi yang keliru.

Syahrial menjelaskan, rendahnya kebiasaan melakukan verifikasi informasi menjadi salah satu faktor yang membuat hoaks mudah menyebar.

Ketika masyarakat langsung mempercayai informasi tanpa melakukan pengecekan, dampaknya dapat meluas dan memunculkan respons negatif di tengah publik.

"Bahkan dari sumber berita hoaks kita tidak memilah mana yang benar dan salah, serta tidak bertabayun. Akhirnya, yang muncul hanya respons dan tanggapan negatif," jelasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih kritis ketika menerima informasi, khususnya informasi yang memiliki potensi memancing emosi atau kontroversi.

Masyarakat, kata dia, perlu membiasakan diri mencari pembanding dari sumber yang kredibel sebelum mengambil kesimpulan.

Langkah sederhana seperti mengecek sumber berita, melihat konteks informasi, serta membandingkannya dengan keterangan dari pihak terkait dinilai penting untuk mencegah penyebaran kabar palsu.

Syahrial menegaskan, setiap pengguna media digital memiliki tanggung jawab dalam menjaga kualitas informasi yang beredar.

Sebelum menekan tombol bagikan, masyarakat sebaiknya memastikan informasi tersebut benar dan memiliki sumber yang dapat dipercaya.

"Karena itu, hal penting yang perlu kita pelajari bersama sebagai masyarakat adalah berusaha menggali informasi terlebih dahulu saat melihat sesuatu. Jangan sampai begitu menerima berita hoaks, kita justru menjadi penyebar utamanya," tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat teknologi.

Lebih dari itu, literasi digital juga berkaitan dengan kecakapan memilah informasi, memahami konteks, melakukan verifikasi, serta berkomunikasi secara etis.

Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat yang kritis dan pemerintah yang responsif menjadi dua elemen penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat.

Kritik terhadap pelayanan publik tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol sosial, tetapi penyampaian informasi juga harus didasarkan pada fakta agar tidak berubah menjadi kesimpulan yang keliru.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
UMKM Riau bisa urus NIB, Sertifikat Halal hingga HAKI.(foto: int)UMKM Riau Wajib Tahu! Legalitas Usaha Gratis Dibuka 3-7 Agustus, Ini Syaratnya
Tim Law Firm Boxer Group.(foto: mimi/halloriau.com)Tim Hukum Agung Nugroho Siapkan Langkah Hukum, Soroti Konten Medsos yang Dinilai Giring Opini
Kapolda Riau lepas ekspedisi Merah Putih ke wilayah terluar.(foto: istimewa)Dari Mangrove hingga Bantuan Mesin Ketinting, Ini 7 Agenda Ekspedisi Polda Riau ke Desa 3T
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tahun 2026 di Mapolda Riau, Sabtu (1/8/2026). Kapolda Riau Lepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi, Jangkau 17 Desa Wilayah 3T
Ribuan warga Pulau Muda Pelalawan geruduk PT THIP.(foto: andi/halloriau.com)Masalah HGU dan Kemitraan, Ribuan Warga Pulau Muda Pelalawan Geruduk PT THIP
  RSUD Arifin Achmad.(foto: int)Rekrutmen 94 Nakes RSUD Arifin Achmad Segera Dibuka, Seleksi Gunakan CAT BKN
Sales Agung Toyota Sutomo, Feri.(foto: meri/halloriau.com)Tren Mobil Hybrid Meningkat, Toyota Veloz Hybrid Jadi Magnet di Living World Pekanbaru
ist.Suzuki Riau Serahkan Hadiah Program Test Drive Berhadiah ke Lima Pemenang Beruntung
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)BMKG Catat 173 Hotspot di Sumatera, Begini Kondisi Riau Sore ini
Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro resmi meluncur di Pekanbaru.Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Resmi Meluncur, Tambah Fitur Keamanan Baru
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved